
Tadi gua udah bahas eh gue lagi gue ngomong
Tadi tadi saya udah bahas incremental model, incremental oh berarti harus bahas iterative juga.
Kita coba bahas iterative model juga di software development model lainnya.
Iterative model ini biasanya itu enggak harus dimulai dengan full specification recruitment.
Terus development untuk iterative ini menggunakan model itu,
itu dapat dimulai dari bagian kecil dari software yang kita kembangkan.
Karna proses pengembangan ini dapat terjadi berulang kali jadi ada banyak versi nanti di iterative ini.
Berulang kali untuk menghasilkan versi baru dari software yang kita kembangkan tersebut,
contoh untuk iterative pakai contoh apa ya?
Mobil gimana bisa jadi sebuah mobil? Coba bayangkan gimana bisa jadi mobil.
Pasti kita harus mikirin dulu gimana cara untuk berkendara dulu agar bisa mobil itu berlari dulu
engga harus langsung bikin mobil bisa kita mulai bangun sekuter. Sekuter misalnya
dari sekuter ya udah kita melakukan requirement dulu cari requirement apa aja kita planning,
kita desain kita bikin sekuternya setelah sekuternya jadi kita bisa masuk ke tahap berikutnya.
Kita bisa bikin sepeda karena kita udah tahu cara sekuter itu berjalan sepeda.
Sepeda ini kita bikin lagi nih mulai dari requirement nya, analisanya dan lain sebagainya.
Kita bikin desainnya juga kita bikin ngedevelop sepedanya udah, udah jadi sepeda.
Baru setelah jadi sepeda gimana biar lebih bagus lagi kita bikinlah motor.
Nah dari motor ini tetap dilakukan yang namanya requirement analisis
tetap dengan lakukan yang namanya planning, development sampai go live tadi.
Setelah motornya jadi baru kita bisa pikirkan nih pengembangan yang lebih bagus untuk berikutnya.
Kita bisa bikin mobil nah itu untuk iterative jadi mulai dari hal yang kecil dulu
itu bisa dilakukan secara bertahap untuk memproduksi software yang lebih besar atau lebih baik.
Kalau kalian lihat diagramnya berikut di diagram tersebut kalian bisa lihat simple nya adalah
di diagram yang O itu ada desain 0 terus ada implement 0 terus analisis 0 itu yang pertama.
Diagram selanjutnya itu ada desain 1, implement 1, analisis 1 begitu seterusnya sampai
design n, implement n atau analisis n. Itu tetap terjadi berulang-ulang iterative.
Itulah namanya iterative model sampai kita mendapatkan software yang lebih baik.
Kelebihan utama dari iterative model ini kita bisa membuat high level design dari sebuah aplikasi
yang kita buat sebelum benar-benar kita membangun product dan menentukan design solution dari software yang kita buat.
Terus kita bisa menemukan kecacatan dari sebuah software yang kita kembangkan lebih awal.
Kita bisa meminimalisir cacat yang ada di mobil karena kita udah bisa menemukan cacatnya di motor.
Sistem kerjanya pasti sama nanti kedepannya mobil itu merupakan improvement dari motor tersebut.
Nah banyak waktu dan desain juga untuk desain dan sedikit waktu untuk dokumentasi ini jeleknya iterative.
Karna kita fokusnya desain, kita bikin bikin bikin bikin bikin terus aja bikin.
Kita bisa menggunakan resuable user feedback ketika bikin sekuter kita bisa dapat feedback dari user
ketika kita bikin sepeda tadi kita tetap dapat feedback nya,
ketika kita bikin motor kita dapat feedback nya lagi nah itu bisa resuable terus sampai benar-benar software nya bagus.
Tapi ada kekurangannya, kekurangannya untuk mengembangkan iterative model ini
untuk jangka panjang itu mahal banget jadi costly banget gitu.
Enggak bagus untuk ya company yang memiliki cost yang minim gitu.
Terus banyak resource yang dibutuhkan jadi resource untuk iterative model ini harus benar-benar banyak
dan ini enggak bagus untuk semua project karena ini jangka panjang dan untuk proyek yang lebih besar.
Terus untuk manajemennya itu benar-benar dibutuhkan manajemen attention
karena kalau rusak dari awal cacat dari awal aplikasinya di skuter tadi mobil yang kita bikin juga di masa depan itu akan cacat juga.
Kapan menggunakan iterative model ini? Ya digunakan kalau project nya high scale
benar-benar proyek yang besar terus ketika requirement of complete sistem itu
clearly defined dan Kita benar-benar udah mengerti tentang kompleksitas dari project itu seperti apa.
Terus mayor requirement harus ditentukan dari awal
walaupun di depan nanti itu bisa berubah-rubah fokus kepada mayor requirement nya dulu.
Nah itu tentang iterative model semoga kalian enggak pusing ni
kayaknya makin ke sini makin berat ni pembahasan kayaknya gitu yaudah itu iterative model.